Lorong Gelap Itu

Di lorong sempit hampa oksigen itu aku berjalan sambil meraba-raba dinding nya yang termakan usia, yang pangkal pertemuannya dengan tanah menjadi tempat tikus-tikus jenaka berlarian.

Kunyalakan sebatang korek api untuk melihat ujungnya.

Apinya meredup.

Meredup.

Lalu mati.

Tetap saja tak tampak benda di ujung lorong itu.

 

Di lorong gelap yang sempit itu aku berjalan.

Advertisements

Domba, Semut, dan Rumah Kayu

/1/

Seekor domba pergi meninggalkan kawanan dan masuk hutan

Matanya berbinar karena logam kilau gemilau

Ketika seekor semut di seberang jurang memanggil, ia tegakkan badan, angkuhkan kepala

Meloncat jauh ke atas jurang

/2/

Seekor domba terbangun dengan memar-memar di seluruh badan

Dengan merah darah di bulu-bulunya, kasat sepetak padang, kolam air, dan rumah kayu

/3/

Pagi waktu itu

Seekor domba berjalan lunglai

pulang ke rumahnya…


Bait-bait Suci Tentang Alam

Aku berjalan di tengah2 hutan menyisir sungai menuju air terjun di ujung bumi

Ketika sebuah kembang taman bermunculan hadir pula persimpangan 3 arah masing-masing berjarak 50 derajat

Kepala tengadah menghadap bintang

Tangan terbuka memeluk gunung

Hijau hijau coklat kelabu

Mata terpejam berucap tanya

Tetap

Butuh kebesaranMu, Wahai Penguasa…