Sang Penghapus Jemu

Lelah tanganku ini mencoba mencapai angan
Letih bahuku ini melulu memikul beban
Pun kedua kakiku yang selalu kupaksa mengejar
Malamku kini berlalu bersama desir rindu

Entah mengapa tiap kali telah kujamah tempat tuk singgah
Terbayang tempat lain yang jauh lebih indah
Membuatku mesti berpeluh lagi demi menggapainya
Satu malam lagi berlalu bersama desir rindu

Kapan dapat kuhenti semua ini
Aku lelah…
Lelah dengan rutinitas yang mendera raga
Lelah dengan hampa yang tetap saja mengendap di dasar jiwa
Malamku kian terbelenggu dalam desir rindu

Hingga perlahan dapat kusingkap
Hakikat sejujurnya akan sang waktu
Hanya cintaMu mampu sembuhkan dahaga ini
Hanya kasihMu sanggup akhiri jenuh hati ini

Dunia dan semua kenikmatannya laksana bayangan
Semakin dikejar semakin menjauhlah adanya
Dan tiada pernah cukup berapapun banyak kupunya

Namun rahmatMu tak pernah lari walau dikejar
Setiap selangkah ku berjalan mendekat padaMu
Seribu langkah Kau berlalri mendekat padaku

Malamku masih setia ditemani derai rindu
Rindu yang menyatu dengan bilangan cinta kepadaMu

Keysta Sutra Bening


Ya Tuhan, aku cinta padaMu

Ya Tuhan, aku cinta padaMuAku cinta padaMu,bukan aku mengharapkan surga bagiku

bukan lantaran kecut hati tersulut kobaran api abadi

Engkau, Engkau, Yesusku – demi aku

Engkau wafat membentangkan tangan,

menderita tusukan paku tikaman tombak

Wajah memar sedih pedih hati tak terukur,

peluh menanggung keprihatinan dan menyangga beban,

dan akhirnya Engkau wafat ……ini semua demi aku

Dan Engkau melihat menerawang terang aku berdosa
Lalu aku, mengapa aku tak cinta padaMu Yesus,

jika Engkau sedemikian cinta padaku?

Bukan lantaran aku ingin meraih surgaBukan karena aku akan terbebas dari nerakaBukan lantaran demi untung yang terkandung

Melainkan sebagaimana Engkau cinta padaku

akupun cinta padaMu, dan akan selalu begitu

Demi pamrih apakah, ya Tuhan, aku cinta padaMu

selain lantaran Engkau adalah Raja dan Allahku?

doa St. Fransciscus Xaverius menurut terjemahan Willie Koen, Hatiku Berkobar-kobar (Yogyakarta:Kanisius,1996) , dari doa – doa St. Ignatius, St Fransciscus Xaverius, dan Beato Petrus Faber


Jadikanlah Aku Pembawa Damai

Tuhan, jadikan aku pembawa damai:

Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih;
bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan;
bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan;
bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian;
bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran;
bila terjadi kecemasan, jadikanlah aku pembawa harapan.

Tuhan,

semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,

memahami daripada dipahami,

mencintai daripada dicintai;

sebab dengan memberi aku menerima,

dengan mengampuni aku diampuni,

dengan mati suci aku bangkit lagi,

untuk hidup selama-lamanya…

Amin…

Tuhan Jadikanlah Aku Pembawa Damai

St. Fransiskus Asisi(1182-1226)


Kisah Kecil tentang Salib

/1/

Seorang anak

Terbangun pagi buta

Langkah gontainya menerawang

Memandang hampa gelap

/2/

Seorang anak

Terbagun kala petang

Hati kecilnya berkata

“Bapa…”

/3/

Seorang anak

Terbangun pagi buta

Berlari ia

Ke sebuah salib!

Johanes Berchman Sigit Noviandi

21 Februari 2008


Nyanyian Malam

Angka 3 membawa kantuk landai

Dari lekukannya mengiringi tekad jaga

Oh!Sungguh ku harus sapa mentari terbit

Partikel pertama, mempelaiku

Diiringi hujan gerimis

Tawa hati tangis

Johanes Berchman Sigit Noviandi

Cikarang, Februari 2008


Balada Seorang Tukang Foto

Entah tahun atau bulan yang mengiringi angka 5 atas dering waktu

ku tak bersua dengannya

Bentuk mukanya masih sama

Dengan gurat-gurat wajah yang tergores kerasnya ibukota

Senyum nya masih bagai tungku

penghangat dengan api berpijar!

Dengan tawa riang ia masukkan kertasku ke dalam mesin fotokopi

Aku pergi

Ia duduk di sana

Seorang diri tanpa teman untuk sekedar minum kopi

Kantornya masih kecil, seperti dulu

Penghuninya masih tunggal, seperti dulu

Dikenakannya sebuah mantel sederhana

Tutup kurus tubuhnya

Dan hari masih mendung

Dan malam begitu dingin

“Hari ini dingin ya?” katanya

Johanes Berchman Sigit Noviandi

Jakarta, Februari 2008


Robekan Sebuah Halaman

February 3, 2008

05.54 WIB

President University Student Housing, B2-08, Cikarang

 

It’s been a long and winding night, spending last night without sleeping. My eyes get red, my heart beats faster, my body’s hard to move, and my mind can’t think anymore. Everything goes so damn crazy. 

I know I was wrong, making such a lie to my lovely one. However, what I want to do was to bring back the smile and laugh you gave yesterday. I missed that smile. I missed the way you talk. I missed the time we chat till 3 in the morning. Never crossed my mind, what will happen was something as terrible as this. I wished I was crying. But I just could laugh it out loud, playing around with my friends, hiding the tears in my heart. Coz boys don’t cry, sweetheart. 

I called you 29 times, but you never turned the phone on. I knocked 3 times at your door, but it’s never been opened. I tried to make everything clear, but you never listen. I sent messages every hour and told you that I will wait for you listening to me, even till the morning. I did it, waiting for you the whole night without closing my eyes even for a minute, but you never came, and the phone never been turned on. Have you hated me this bad? Has it really hard for you to give that forgiveness? Or have I been the one that don’t deserve it? 

I never felt alone like this before. I never imagined I will break the weekend I planned before. You can ask my office mates, how I always wait for the weekend. You can ask them how boring my days have been from Monday till Friday. You can ask God, how I missed you so much in every second of my life… 

Maybe I am no one for you. Coz I know we have neither status nor engagement. But deep inside my heart, I pray that you could be the one I share my life with. I am so desperately in love, coz this love has grown so big, baby. If you don’t have so much of it as I do, I’m totally fine. However, please keep it from others, until I make it bigger, coz I promised you to do so. 

Once again, I know I have been act like a headless chicken by lying to you like that. I promised not to make you cry anymore, and I know I have failed. But please, babe, give me a chance to make it better. Only one thing I beg you this time: let’s give it a try one more time. Forgive me, and I promised I won’t let you hurt anymore. 

I don’t know what to do now. I really don’t. My mind was gone away. My brain couldn’t work. I can’t think of how I am going to work tomorrow. I can’t contact my parents that have been stuck by the flood. And I don’t care if I’m gonna collapse today. All the problems came really at the same time.  But still, all I can think of is us, our problem. I was so afraid that I’m gonna lose you…

I wish I was a good singer, so I could stand before your door, playing my guitar and singing beautiful songs as my apology. I wish I was a writer, that I will write a your-whole-wall-size poems, to let you know that I’m so sorry. I wish I could turn back the time, then I would have jumped back to that time and undo my stupid foolish lies. I am not Presley, Shakespeare, nor could I get back to the past. I am totally an ordinary guy, or maybe a peculiar one. But at least, I don’t have heart anymore. As I already gave it all to you….

If only you were here, you’ll know why the air is so cold and the sky keeps raining.

If only you were here, you’ll understand how I spent my whole night, with tears and guilty…

 

With love and all things I could give to you,

 

The-man-who-is-madly-in-love-with-you

(*finally, the tears drop from my eyes…)