Ia Tidak Pernah Takut

Ia tidak pernah takut akan kanan atau kiri

Ia tidak gentar atas depan dan belakang

Ia hanya takut akan lorong gelap yang ditemuinya setelah menapak langkah kesekian ratus…

Sungguh dari semula ia tak akan bisa melihat kerikil atau batu kali di tengah jalan itu

Advertisements

Balada Tentang Malam

Di tengah-tengah keramaian dan suara orang berteriak-teriak

Semut itu berjalan menepi keluar dari lingkaran para manusia

Gelap di persimpangan gang menjadi saksi

Sepi malam ini

Gelap di persimpangan jalan bisu bernyanyi

Mimpi tak jadi arti


Ranting Yang Lurus

Ketika ia memegang sebuah ranting bercabang dua

Selalu ingin dipatahkannya salah satu cabangnya sehingga menjadi satu garis lurus horizontal

Tapi bunyi “krak” nya berteriak lebih dulu

Jauh sebelum rasa takut datang karena ketidaktahuan

Pun setelahnya garis itu tetap tidak bisa lurus


Bait-bait Suci Tentang Alam

Aku berjalan di tengah2 hutan menyisir sungai menuju air terjun di ujung bumi

Ketika sebuah kembang taman bermunculan hadir pula persimpangan 3 arah masing-masing berjarak 50 derajat

Kepala tengadah menghadap bintang

Tangan terbuka memeluk gunung

Hijau hijau coklat kelabu

Mata terpejam berucap tanya

Tetap

Butuh kebesaranMu, Wahai Penguasa…


White

God

Do i really deserve?


Titik dan Putih

Aku tertawa melihat sebuah titik yang digambarkan seorang anak kecil di atas sebuah kertas putih bersih, yang merupakan awal imajinasinya melukis sesosok wanita yang indah, tapi diurungkannya karena titik itu telah mengandung 8 warna, mejikuhibiniu dan sebuah hitam.

Sungguh.

Indah.


Mahadewi Angka 10

Kalau ku berlari dan mengejar angka 10

Biar malam terus malam tak terlihat dia yang bernama dewi itu

Cukup kupadu saja dua angka tersebut

Cukup buatku.

Kalau ku bernafas dan terus menatap angka 10

Sembilan pelangi pun tiada cukup indah

Cukup kutambah saja satu dan nol itu

Cukup.