Cerita Bocah Kecil, Malaikat-malaikat, dan Masa Tua

Gadis kecil itu masih saja berjalan menyusuri satu tambah satu sama dengan dua

Sampai ketika ia tiba pada angka sepuluh dan duduk di bangku sekolahan dengan angka nol lebih banyak

Ketika malaikat-malaikat itu datang dan berdiam sejenak di atap rumahnya, ia masih saja berjalan sampai bertemu angka dua belas

Ketika malaikat-malaikat itu beranjak pergi dari gubuk itu, ia tak sempat bersalaman untuk mengucapkan kata pamit

Gadis kecil itu masih terus berjalan mengitari detik dan detak

Kali ini ditemani ia yang dilahirkan serahim dengannya

“Kita bisa berdoa”, kata seorang kawan

Tapi hujan tetap turun

Gadis kecil itu masih terus berjalan menikmati rintik-rintik

Dengan isak tangis ia menantang masa tua

Dengan isak tangis ia terus berjalan…

*untuk seorang kawan, yang dengan sepotong kisah hidupnya berhasil membuat kita menangis

Advertisements

3 Comments on “Cerita Bocah Kecil, Malaikat-malaikat, dan Masa Tua”

  1. GhempHoL says:

    Gak nyangka Sigit sadis juga kalo bikin kata-kata…..Keren jo….

  2. kata2 nya bos…. wuihhhh….. mantap…. 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s