Sebuah Kisah dari Jaman Lampau

Aku pernah bertanya dari mana ia datang
yang dijawabnya hanya dengan senyuman

Di antara ujung-ujung pelangi aku bernyanyi bersamanya, membuang kotoran-kotoran dari satu tetes embun ke tetes embun yang lain, dan masih saja bertanya dari mana ia datang sampai tetes ke tiga ratus enam lima

Aku pernah bertanya ke mana ia pergi
yang dihempaskannya dengan sunyi

Jalanan penuh pepohonan kuhitung dari satu sampai delapan, dan sampai sekarang aku masih bertanya betapa bodohnya kakiku melangkah melewati pohon-pohon itu tanpa memanjat ke atasnya sekedar memandang sekeliling mencari dia

Aku pernah bertanya dari mana ia datang
“Dari masa lalu mu yang hilang sesaat”, dia jawab.

for the one, who came back after a while…

Advertisements

3 Comments on “Sebuah Kisah dari Jaman Lampau”

  1. Cha says:

    Dejavu u git?
    Dr masa lalu yg mane tuh??? hehehe

  2. skidcow says:

    akh jangan mau d gombalin cha!! jadi korban lu….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s