Puisi Kumbang

seekor kumbang hinggap pada randu kering
meninggalkan asap kehitaman seperti mendung dan cuaca gersang
di sebuah taman: mawar berdiri menyanyikan lagu cinta
si lebah hanya lewat
ah, Engkau dulu yang pertama bukan?

Johanes Berchman Sigit Noviandi, Februari 2008


One Comment on “Puisi Kumbang”

  1. skidcow says:

    akh tu khan…
    terbukti…wkwkwkkwkwkw


Leave a reply to skidcow Cancel reply