Lorong Gelap Itu
Posted: September 22, 2011 Filed under: Me and Him, Me and Life Leave a comment »Di lorong sempit hampa oksigen itu aku berjalan sambil meraba-raba dinding nya yang termakan usia, yang pangkal pertemuannya dengan tanah menjadi tempat tikus-tikus jenaka berlarian.
Kunyalakan sebatang korek api untuk melihat ujungnya.
Apinya meredup.
Meredup.
Lalu mati.
Tetap saja tak tampak benda di ujung lorong itu.
Di lorong gelap yang sempit itu aku berjalan.
Advertisement