Balada Tentang Malam
Di tengah-tengah keramaian dan suara orang berteriak-teriak
Semut itu berjalan menepi keluar dari lingkaran para manusia
Gelap di persimpangan gang menjadi saksi
Sepi malam ini
Gelap di persimpangan jalan bisu bernyanyi
Mimpi tak jadi arti
Ranting Yang Lurus
Ketika ia memegang sebuah ranting bercabang dua
Selalu ingin dipatahkannya salah satu cabangnya sehingga menjadi satu garis lurus horizontal
Tapi bunyi “krak” nya berteriak lebih dulu
Jauh sebelum rasa takut datang karena ketidaktahuan
Pun setelahnya garis itu tetap tidak bisa lurus
Bait-bait Suci Tentang Alam
Aku berjalan di tengah2 hutan menyisir sungai menuju air terjun di ujung bumi
Ketika sebuah kembang taman bermunculan hadir pula persimpangan 3 arah masing-masing berjarak 50 derajat
Kepala tengadah menghadap bintang
Tangan terbuka memeluk gunung
Hijau hijau coklat kelabu
Mata terpejam berucap tanya
Tetap
Butuh kebesaranMu, Wahai Penguasa…


leave a comment