Laba-labaku
Jejaringmu membawa bongkahan benang putih yang mengikat namun tak kunjung jadi merah
Dan ketika aku tersadar telah terjerat di dalamnya bagai kepompong bisu
Sampai kapan mau bermain?
Putaran Keduaempat
Suara naviri masih terdengar dari aula langit
Ketika mereka duduk di depan sebuah teras dan bercakap bernyanyi
“Kenapa?”
“Ya karena..”
Tiga tiga puluh saat sabda datang dan mengundang diri asik bermain dalam tanya mengapa titik ini berputar balik saat hati masih bisa merasa?
Jawaban yang sama dari mengapa setelah dua tiga lima sembilan adalah empat buah nol dengan satu titik dan bukan dua empat nol nol
Begitu pentingnya nol bagi-Mu, bukan?
dari inspirasi yang datang bersama aubade pukul 9.45 yang disampaikan melalui A+, tentang pertanyaan aneh, tapi filosofis tak terhingga.
dari inspirasi yang datang dari dia yang sempat menarik hati, dan kemarin menyita detik-detik ku, yang datang dari Dia, tentang perasaan yang aneh, tapi dalam tak terselami…
Lagu Pagi
Pada rumput yang bergoyang
Dan dewi-dewi di atas sana
Aku membawakan sebuah aubade
Tentang lagu pagi yang didaraskan pada malam yang ramai
dan bertanya
Mengapa begini porak?

