Penembus Batas

Cerita Bocah Kecil, Malaikat-malaikat, dan Masa Tua

Posted in Me and Life by penembusbatas on February 7, 2010

Gadis kecil itu masih saja berjalan menyusuri satu tambah satu sama dengan dua

Sampai ketika ia tiba pada angka sepuluh dan duduk di bangku sekolahan dengan angka nol lebih banyak

Ketika malaikat-malaikat itu datang dan berdiam sejenak di atap rumahnya, ia masih saja berjalan sampai bertemu angka dua belas

Ketika malaikat-malaikat itu beranjak pergi dari gubuk itu, ia tak sempat bersalaman untuk mengucapkan kata pamit

Gadis kecil itu masih terus berjalan mengitari detik dan detak

Kali ini ditemani ia yang dilahirkan serahim dengannya

“Kita bisa berdoa”, kata seorang kawan

Tapi hujan tetap turun

Gadis kecil itu masih terus berjalan menikmati rintik-rintik

Dengan isak tangis ia menantang masa tua

Dengan isak tangis ia terus berjalan…

*untuk seorang kawan, yang dengan sepotong kisah hidupnya berhasil membuat kita menangis

Ia Tidak Pernah Takut

Posted in Me and Life by penembusbatas on October 1, 2009

Ia tidak pernah takut akan kanan atau kiri

Ia tidak gentar atas depan dan belakang

Ia hanya takut akan lorong gelap yang ditemuinya setelah menapak langkah kesekian ratus…

Sungguh dari semula ia tak akan bisa melihat kerikil atau batu kali di tengah jalan itu

Balada Tentang Malam

Posted in Uncategorized by penembusbatas on September 30, 2009

Di tengah-tengah keramaian dan suara orang berteriak-teriak

Semut itu berjalan menepi keluar dari lingkaran para manusia

Gelap di persimpangan gang menjadi saksi

Sepi malam ini

Gelap di persimpangan jalan bisu bernyanyi

Mimpi tak jadi arti

Ranting Yang Lurus

Posted in Uncategorized by penembusbatas on September 30, 2009

Ketika ia memegang sebuah ranting bercabang dua

Selalu ingin dipatahkannya salah satu cabangnya sehingga menjadi satu garis lurus horizontal

Tapi bunyi “krak” nya berteriak lebih dulu

Jauh sebelum rasa takut datang karena ketidaktahuan

Pun setelahnya garis itu tetap tidak bisa lurus

Bait-bait Suci Tentang Alam

Posted in Me and Him, Me and Life by penembusbatas on September 24, 2009

Aku berjalan di tengah2 hutan menyisir sungai menuju air terjun di ujung bumi

Ketika sebuah kembang taman bermunculan hadir pula persimpangan 3 arah masing-masing berjarak 50 derajat

Kepala tengadah menghadap bintang

Tangan terbuka memeluk gunung

Hijau hijau coklat kelabu

Mata terpejam berucap tanya

Tetap

Butuh kebesaranMu, Wahai Penguasa…

White

Posted in Uncategorized by penembusbatas on April 9, 2009

God

Do i really deserve?

Titik dan Putih

Posted in Uncategorized by penembusbatas on March 6, 2009

Aku tertawa melihat sebuah titik yang digambarkan seorang anak kecil di atas sebuah kertas putih bersih, yang merupakan awal imajinasinya melukis sesosok wanita yang indah, tapi diurungkannya karena titik itu telah mengandung 8 warna, mejikuhibiniu dan sebuah hitam.

Sungguh.

Indah.

Mahadewi Angka 10

Posted in Me and Life by penembusbatas on February 2, 2009

Kalau ku berlari dan mengejar angka 10

Biar malam terus malam tak terlihat dia yang bernama dewi itu

Cukup kupadu saja dua angka tersebut

Cukup buatku.

Kalau ku bernafas dan terus menatap angka 10

Sembilan pelangi pun tiada cukup indah

Cukup kutambah saja satu dan nol itu

Cukup.

Tagged with: , , , , , , , , ,

Takaran Langit

Posted in Me and Life by penembusbatas on January 8, 2009

jika saja

dunia punya takaran

untuk mengukur tingginya langit

aku pasti melompat sampai ke ujungnya yang paling tinggi

dan berteriak-teriak kegirangan

ada dewi yang terbang bersamaku hari ini…

Tagged with: , , , , ,

Menghitung Hari

Posted in Me and Life by penembusbatas on December 30, 2008

sisa dua hari

menuju penghabisan

seandainya masih tersisa lebih

biar ku dapat berpikir dan menabuh rasa

bukan tanpa tau apa